SEKILAS INFO
: - Senin, 19-11-2018
  • INTERNATIONAL SEMINAR & Tabligh Akbar Oleh Ustaz H Abdul Shamad, Lc., MA.
  • Tanggal 5-7 September 2018 Di Halaman Pondok Pesantren Darul Ijabah
RISALAH BATULICIN (Hasil Rekomendasi Seminar Internasional Da’i Islam Moderat)

Hasil Rekomendasi Seminar Internasional Da’i Islam Moderat
Batulici, 06-07 September 2018

Seminar Internasional Da’i Islam Moderat Kalimantan Selatan (Moderasi Dakwah Islam: Antara Konsep dan Aplikasi) telah selesai. Dalam seminar ini para peserta baik dalam maupun luar negeri berhasil mencetuskan 10 buah kesepakatan yang disebut sebagai Risalah Batulicin. Berikut hasilnya:

  1. Para peserta seminar bersepakat bahwa Umat Islam adalah umat yang “wasathy” (Moderat), memiliki tugas sebagai “saksi” dalam kehidupan manusia. Ayat al-Baqarah 143ini lebih menfokuskan diri kepada peran umat Islam dalam berbagai aspek bukan pada posisi “wasathy” itu sendiri.
  2. Radikalisme, baik yang berhaluan kanan maupun kiri adalah musuh moderasi Islam. Umat harus mengawal moderasi Islam untuk menghadapi radikalisme kanan dan kiri.
  3. Tuduhan terhadap Islam sebagai penyemai terorisme harus dijawab melalui peran da’i yang efektif dan strategis, serta dengan keteladan da’i sendiri.
  4. Keharusan berdakwah adalah kewajiban setiap umat Islam. Ayat yang berbunyi “waltakum minkum” bukan ditujukan untuk kelompok tertentu karena kata “minkum” dimaksudkan untuk semua.
  5. Pelaksanaan dakwah di negara-negara tetangga seperti Singapora, Thailand, Timor Leste dan Brunei Darussalam berjalan dengan baik. Meskipun beberapa negara merupakan negara sekuler tetapi dakwah terlaksana dengan lacar. Khusus bagi umat Islam Timor Leste kondisi keagamaan di Indonesia berdampak langsung terhadap mereka. Oleh karenanya jika terjadi kehidupan keagamaan mengarah kepada hal-hal yang negatif, maka akan berdampak negatif pula kepada mereka.
  6. Indonesia adalah sebuah Negara yang besar dijaga kebersamaan dan persatuannya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia telah merdeka maka jangan dinodai nilai-nilai kemerdekaan dengan faham yang bisa merusak nilai-nilai keberagaman kita. Lembaga dakwah dan da’i harus tampil kedepan dengan konsep persatuan dan kesatuan yang teraktualisasi dalam perilaku keseharian kita.
  7. Pondok Pesantren adalah pilar masyarakat dan bangsa yang dimiliki umat Islam harus menjadi pelaku media/medsos. Pesantren kedepan harus by design baik konten (Content) maupun penyelenggaraan serta berperan dalam mengontrol regulasi dan kebijakan.
  8. Perlu meningkatkan pemahaman umat tentang persoalan pokok agama yang tidak bisa diubah (tsawabit) dan yang bisa berubah (mutaghayyirat). Jika pemahaman umat tidak konprehensif maka berpeluang munculnya sikap intoleransiterbuka lebar.
  9. Mederasi adalah pola lain yang sudah inheren dengan Islam.
  10. Adab dan sikap da’i yang efektif adalah memiliki 5 (lima) syarat:
    Pertama, lahir dari lingkungan Pesantren;
    kedua,menguasai seluruh mazhab yang ada;
    ketiga, mampu menyampaikan pesan agama dengan bahasa yang kekinian;
    keempat, harus mampu memandang umat ini dengan pandangan kasih sayang; d
    an kelima, harus mampu mengajak umat ini melalui bahasa perbuatan yang sejuk dan santun

Keynote Speakers:

  1. Prof. Dr. Andi Syamsul Bahri Galigo (Ketum PB. DDI), Keynote Speakers
  2. Dr. Eka Putra Wirman, Lc., M.A. (Rektor UIN Imam Bonjol Padang), “Moderasi Dakwah Islam: Koneksitas Rasio dan Wahyu
  3. Dr. Ahmad Haedar Lahaji (Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo).
  4. Dr. Muammar Bakry, MA. (Wakil Rektor IV UIM Makassar/ Imam Besar Masjid Al Markaz Makassar), “Argumentasi Moderasi Syari’ah; (Membangun Sikap Toleransi dalam Perbedaan
  5. Prof. Dr. Hussin Mutalib (Professor Political Science, National University of Singapore), “Kearah Keberkesanan Da’i Dalam Melestarikan Wasathiyah Islamiah (Moderasi Islam)
  6. Dr. Arif Abdullah Sagran (Presidente Centro da ComunidadeIslamica de Timor Leste), “Moslim contribution towards the nation. Case: Tomor Leste
  7. Dr. Hj Hambali bin Hj Jaili (Pengarah Pusat Bahasa Kolej Universiti Perguruan Ugama (KUPU) Seri Begawan BRUNEI DARUSSALAM), “Penerapan Islam dan Dakwah Dalam Sosio Budaya Masyarakat: Pengalaman Negara Brunei Darussalam
  8. Dr. Abdurrahim Wayayo, Lc., M.A. (Da’i Komunitas Islam Pattani – Thailand), “الدعوة الإسلامية في جنوب تايلاند بالاستعانة بالكتب الإسلامية التراثية الملايوية : واقعها ومستقبلها”
  9. Dr. KH. Hamzah Harun Arrasyid, MA (Dosen UIN Makassar), “Dakwah Spritual di Era Globalisasi
  10. Dr. Andi Bunyamin, M.Pd. (Ketua Prodi MPI Pasca Sarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI).
  11. Dr. H. Darmawan (Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkep) “judul”
  12. Prof. Dr. Muhammad Irfan Idris, Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT)
  13. Dr. Andi Aderus, MA. (Ketum Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT), “Tantangan Dakwah dalam Masyarakat Pluralisme
  14. Dr. Arifuddin M. Arif, M.Ag. (Dosen IAIN Palu), “ReposisiGerakanDakwahKulturalPondok Pesantrendalam Menyebarkan Nilai-NilaiIslam Wasathiyah
  15. Dr. M. Tata Taufik (Ketua Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indoesia (P2I)/ Pimpinan Pondok Modern Al-Ikhlash Kuningan Jabar), “Menata Arah Pembaharuan Pesantren Pasca 2000an
  16. Ust. Abdul Somad, Lc., MA, Praktisi Da’i, “Da’i perekat Umat”.

TINGGALKAN KOMENTAR

Artikel

Group Darul Ijabah

PT. Femmey Tours and Travel
Penyelenggara Umrah dan Haji Plus

www.femmytour.co.id

Halaman FB