Darul Ijabah
Minggu, 17 Okt 2021
  • Selamat Datang di Website Pondok Pesantren Modern Darul Ijabah....

Memantapkan Kualitas Keilmuan Santri

Diterbitkan :

Pondok pesantren di era globalisasi memiliki banyak tantangan yang tidak mudah. Di tengah maraknya lembaga pendidikan agama dan umum yang menjanjikan mutu dan kualitas lulusan yang ready for use, bagi pesantren merupakan realitas yang perlu diimbangi. Maka wajar saja jika Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI) melakukan gerakan nasional “Ayo Mondok” (Suara Merdeka, 28/5/2015).

Gerakan ini menjadi jawaban dari kalangan pesantren Nahdlatul Ulama untuk menggugah kembali gairah ngangsu ngelmu (mencari ilmu), ngalap berkah (mencari berkah) dan nginep/mondok (menginap/menetap di pondok). Dan ini sekaligus membuang kesan bahwa pesantren itu ndeso, kumuh dan alumninya tidak bisa terserap di dunia kerja.

Justru dengan keberanian membuat gerakan nasional ini, pesantren semakin percaya diri dalam memberikan pendidikan terbaik untuk anak bangsa. Termasuk keberanian pesantren dalam memberikan pendidikan karakter plus. Sebab pesantren hari ini sudah mengalami banyak inovasi-inovasi dalam mengembangkan pola pendidikan yang tetap mengutamakan pembelajaran agama dan diimbangi dengan pengetahuan umum.

Dengan potensi pesantren di Jawa Tengah sebanyak 1.600 dan di Indonesia 27.230 ini, sangat tidak arif jika masih ada rasa takut dari orang tua memasukkan anaknya ke pondok. Rata-rata kekhawatiran orang tua memondokkan anaknya diakibatkan lima hal: kondisi pondok yang tidak bersih, pola asuh yang tidak rapi, belum siap memandirikan anak, pelajaran agamanya sangat berat dan belum jelas ijazahnya laku atau tidak.

Jika yang menjadi kekhawatiran hanya faktor itu, maka kesemuanya telah dijawab oleh banyak pesantren. Pesantren dengan bimbingan Kementerian Agama sudah banyak mendapatkan wokshop pengelolaan pesantren yang meliputi: sanitasi, kesehatan, pola pembelajaran, manajemen dan mutu lulusan. Dengan itu semua, tidak perlu dikhawatirkan mengenai kesan pesantren itu kumuh dan tidak laku selesai mondok.